Kamis, 17 Maret 2016

Kumpulan Pantun Teka Teki Terbaik 2016

Di Indonesia sendiri, pantun sering di gunakan di berbagai acara adat seperti adat lampung ketika keluarga mempelai pria yang ingin masuk ke daerah mempelai wanita, begitu juga dengan adat betawi dan adat- adat lainnya di Indonesia.

Pantun Teka Teki

Kelip-kelip disangka api,
Kalau api di mana putungnya?
Hilang ghaibku sangka mati,
Kalau mati di mana kuburnya?

Kalau tuan tombak rencana,
Ambil gantang sukat pala,
Kalau tuan bijak laksana,
Apa binatang tiada kepala?

warna biru cantik menawan
warna merah warna kegemaran
sewaktu kecil menjadi kawan
saat besar menjadi lawan

dari Malang sampai ke Pati
takkan sampai dengan pedati
perlu usaha membuatnya mati
karena itu adalah api

akulah bola tergantung tinggi
menjadi pujaan seekor burung
bila ku tiada lagi
gelap gulita hidup pun murung

meski ku tergantung tinggi
aku bukanlah hiasan
bila ku pergi menjelang pagi
itulah wujudku berupa bulan

ada pertanyaan ada jawaban
tak terpisahkan, selalu bersama
saat kumemikirkan sebuah jawaban
ibarat makan buah simalakama

ada burung terbang tinggi
hinggap sebentar dipohon cemara
bisakah kita bertemu lagi
saat kukembali dari Jakarta

Kelip-kelip kusangka api,
Kalau barah mana asapnya
Hilang ghaib disangkakan mati;
Kalau wafat mana kuburnya.

Pohonnya bulat dan juga rindang,
Asam dan hijau ketika muda;
Buahnya berbetuk seperti bintang;
Sudah masak, juninglah ia.

Berlayar bahtera dari Bentan,
Menyusur tepi Selat Malaka;
Lebar kepala dari badan;
Apakah ikan cobalah terka.

Kalau tuan bawa keladi,
Bawakan juga si pucuk rebung;
Kalau tuan bijak bestari,
Binatang apa tanduk dihidung? (Kerbau)

Terentak bentan lalu dibeli,
Untuk baju aku turun ke sawah;
Kalaulah tuan bijak bestari,
Apa binatang kepala di bawah? (Belon)

Tugal padi jangan bertangguh,
Kunyit kebun siapa galinya;
Kalau tuan cerdik sungguh;
Langit tergantung mana talinya?(Kilat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar